Pijat atau massage telah lama menjadi salah satu cara favorit untuk mengurangi stres, meredakan ketegangan otot, hingga membantu meningkatkan kualitas tidur. Namun, banyak orang belum mengetahui bahwa waktu terbaik untuk pijat agar tubuh lebih rileks dan tidur nyenyak menurut manfaat kesehatan ternyata tidak selalu sama bagi setiap orang.
Pemilihan waktu yang tepat dapat membantu tubuh memperoleh manfaat maksimal dari pijat, mulai dari meningkatkan energi di pagi hari hingga membantu tidur lebih nyenyak pada malam hari.
Lalu, kapan sebenarnya waktu yang paling ideal untuk melakukan pijat?
Waktu Terbaik untuk Pijat agar Tubuh Lebih Rileks dan Tidur Nyenyak Adalah Sore hingga Malam Hari
Banyak terapis profesional merekomendasikan waktu sore hingga malam sebagai periode terbaik untuk menjalani sesi pijat relaksasi.
Pada rentang waktu sekitar pukul 17.00 hingga 20.00, tubuh telah melalui berbagai aktivitas sepanjang hari. Otot yang bekerja sejak pagi cenderung lebih mudah rileks ketika mendapatkan tekanan pijatan yang tepat.
Selain itu, pijat pada sore hari dapat membantu menurunkan kadar hormon stres atau kortisol sekaligus meningkatkan rasa nyaman dan relaksasi sebelum tubuh memasuki waktu istirahat malam.
Tidak heran jika banyak orang merasa lebih segar, tenang, dan tidur lebih berkualitas setelah menjalani sesi pijat di waktu tersebut.
Pijat Pagi Hari Cocok untuk Menambah Energi
Meski sore hari sering dianggap sebagai waktu ideal, pijat pada pagi hari juga memiliki manfaat tersendiri.
Bagi mereka yang sering bangun dengan tubuh terasa kaku atau pegal, pijat ringan pada pagi hari dapat membantu melancarkan sirkulasi darah serta meningkatkan fleksibilitas otot.
Manfaat lainnya adalah meningkatkan fokus dan energi sehingga tubuh lebih siap menjalani aktivitas harian.
Karena itu, pijat pagi lebih cocok bagi orang yang menginginkan efek menyegarkan dibandingkan relaksasi mendalam.
Pijat Siang Hari Bisa Mengurangi Pegal Akibat Bekerja
Bagi pekerja kantoran yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer, siang hari juga menjadi waktu yang cukup baik untuk melakukan pijat singkat.
Ketegangan pada area leher, bahu, dan punggung sering muncul setelah duduk terlalu lama. Pijatan selama 20 hingga 30 menit dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman sekaligus memperbaiki postur tubuh.
Inilah alasan mengapa layanan pijat singkat di area perkantoran semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelum Tidur, Pijat Dapat Membantu Kualitas Istirahat
Selain sore hari, banyak orang memilih melakukan pijat menjelang waktu tidur.
Pijatan dengan tekanan ringan hingga sedang dapat membantu menenangkan sistem saraf dan memperlambat detak jantung. Kondisi ini membuat tubuh lebih siap memasuki fase istirahat.
Bagi mereka yang mengalami stres tinggi atau kesulitan tidur, pijat malam hari sering menjadi bagian dari rutinitas relaksasi yang efektif.
Baca Juga:
- “Snail Mucin Sudah Lewat?” PDRN Toner Mendadak Jadi Skincare Paling Viral dan Diburu Beauty Addict
- Bukan Body Scrub Biasa, Sluff Body Mendadak Viral karena Disebut Bisa Bikin Kulit Glowing Lebih Cepat
- Body Butter Whipped Jadi Tren Skincare 2026: Tekstur Lembut, Melembapkan Maksimal, dan Viral di Kalangan Beauty Enthusiast
Kapan Sebaiknya Tidak Melakukan Pijat?
Meski memiliki banyak manfaat, ada beberapa kondisi yang sebaiknya dihindari saat ingin melakukan pijat.
Setelah Makan Besar
Pijat sebaiknya tidak dilakukan segera setelah makan. Tubuh membutuhkan waktu untuk fokus pada proses pencernaan sehingga pijatan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau mual.
Idealnya, tunggu sekitar satu hingga dua jam setelah makan.
Saat Perut Kosong
Melakukan pijat dalam kondisi sangat lapar juga tidak disarankan karena dapat menyebabkan pusing atau tubuh terasa lemas.
Setelah Olahraga Berat
Jika baru selesai berolahraga dengan intensitas tinggi, berikan waktu sekitar 30 hingga 60 menit sebelum menjalani pijat agar tubuh memiliki kesempatan untuk menstabilkan detak jantung dan suhu tubuh.
Seberapa Sering Pijat Sebaiknya Dilakukan?
Frekuensi pijat dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
- Relaksasi umum: 1–2 kali per bulan.
- Pekerja kantoran dengan keluhan pegal: 1 kali per minggu.
- Atlet atau individu dengan aktivitas fisik tinggi: 1–2 kali per minggu sesuai kebutuhan.
Yang terpenting bukan frekuensinya, melainkan konsistensi dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Jika tujuan utama Anda adalah mendapatkan relaksasi maksimal sekaligus meningkatkan kualitas tidur, maka waktu terbaik untuk pijat agar tubuh lebih rileks dan tidur nyenyak adalah pada sore hingga malam hari, sekitar pukul 17.00 hingga 20.00.
Sementara itu, pijat pagi lebih cocok untuk meningkatkan energi dan mengurangi kekakuan tubuh, sedangkan pijat siang hari efektif membantu mengurangi pegal akibat aktivitas kerja.
Memilih waktu yang tepat bukan hanya membuat pijat terasa lebih nyaman, tetapi juga membantu tubuh memperoleh manfaat kesehatan yang lebih optimal.
Di tengah rutinitas yang semakin padat, meluangkan waktu untuk merawat diri bukanlah kemewahan, melainkan investasi bagi kesehatan jangka panjang. Pijat menjadi salah satu cara sederhana yang dapat membantu tubuh dan pikiran kembali seimbang setelah menghadapi berbagai aktivitas harian.
Di GWID, kami percaya bahwa hidup yang lebih baik dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, kami akan terus menghadirkan informasi kesehatan, gaya hidup, dan inspirasi sehari-hari yang dekat dengan kebutuhan pembaca Indonesia.
Karena kesehatan bukan hanya tentang hidup lebih lama, tetapi juga tentang menikmati setiap hari dengan tubuh yang lebih nyaman dan pikiran yang lebih tenang.
Referensi:
- Field, T. (2016). Massage Therapy Research Review. Complementary Therapies in Clinical Practice, 24, pp.19–31. Available at: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1744388116300272
- Moyer, C.A., Rounds, J. and Hannum, J.W. (2004). A Meta-Analysis of Massage Therapy Research. Available at: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15165471/
- Rapaport, M.H., Schettler, P. and Bresee, C. (2010). A Preliminary Study of the Effects of Repeated Massage on Hypothalamic-Pituitary-Adrenal and Immune Function in Healthy Individuals. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2923618/

