Pernah merasa lelah padahal tidak melakukan apa-apa? Itu biasanya karena pikiran terlalu ramai. Overthinking membuat otak bekerja tanpa henti, memutar skenario, mengulang kejadian, dan membayangkan hal-hal yang belum tentu terjadi.
Rasanya seperti membuka seratus tab di otak secara bersamaan. Semua terbuka, tetapi tidak ada yang benar-benar selesai. Semakin lama, fokus berantakan dan energi habis begitu saja. Bukan karena aktivitas fisik, melainkan karena pikiran tidak pernah berhenti.
Baca Juga:
- Kita Tuh Bukan Malas, Cuma Lagi Kehilangan Arah
- Kadang yang Capek Bukan Badannya, Tapi Kepalanya
- Waktu Senggang Nggak Harus Produktif
Masalahnya, semakin berusaha berhenti berpikir, justru semakin sulit. Pikiran tidak bisa dipaksa diam, tetapi bisa diarahkan. Dengan menyadari apa yang sedang dipikirkan dan menerima bahwa tidak semua hal perlu dikendalikan, kita memberi ruang bagi kepala untuk bernapas.
Kadang, yang kita butuhkan bukan jawaban langsung, tapi jeda. Karena tidak semua hal harus diselesaikan saat itu juga. Ada kalanya, diam sejenak justru membuat segalanya lebih jelas.

