Film horor asal Norwegia berjudul Good Boy belakangan ramai dibicarakan di kalangan pecinta film. Bukan karena jumpscare berlebihan, melainkan kisahnya yang terasa ganjil sekaligus mengganggu pikiran.
Sinopsis
Cerita berpusat pada Sigrid, seorang mahasiswi yang berkenalan dengan Christian lewat aplikasi kencan. Sekilas, Christian tampak seperti pasangan idaman: mapan, perhatian, dan penuh pesona. Namun, kejanggalan muncul ketika Sigrid bertemu dengan Frank, pria dewasa yang tinggal bersama Christian.
Frank tidak hidup seperti orang kebanyakan. Ia selalu mengenakan kostum anjing dari kepala hingga kaki, tidur di kandang, bahkan diperlakukan layaknya hewan peliharaan. Awalnya Sigrid menganggap hal itu sekadar eksentrik, tetapi lambat laun ia mulai menyadari ada sesuatu yang jauh lebih kelam di balik perilaku tersebut.
Baca Juga:
- Hubungan Wanita Pisces, Pasangan Ideal dan Cara Menaklukkannya
- Cowok dan Cewek Punya Cara Traveling Berbeda, Ini Faktanya!
- High Heel: Jenis, Dampak, dan Perannya dalam Dunia Fashion
Daya Tarik
Good Boy menyuguhkan teror yang berbeda dari horor konvensional. Ketegangan hadir dari dinamika karakter dan rasa tidak nyaman yang ditimbulkan, bukan hanya dari adegan kejut. Film ini mengulik isu kesepian, relasi yang manipulatif, hingga batas tipis antara cinta dan obsesi.
Beberapa festival film yang menayangkannya mencatat reaksi penonton beragam, dari gelisah hingga benar-benar terganggu. Justru dari situlah Good Boy mendapatkan sorotan, karena berani menampilkan cerita horor yang lebih psikologis dan menantang moral penontonnya.
Antisipasi Penonton
Dengan konsep yang unik dan atmosfer yang menekan, Good Boy digadang sebagai salah satu rilisan horor psikologis paling menonjol tahun ini. Bagi penggemar film horor yang mencari pengalaman berbeda, judul ini jelas patut masuk daftar tontonan.

