Sampah Rumah Tangga di Indonesia Meningkat, Unicharm Ajak Warga Pilah Sampah 3R
Lewat program “Unicharm Green Action: Ayo Pilah Sampah 3R Bersama!”, Unicharm mengajak ibu rumah tangga mulai memilah sampah dari rumah demi mengurangi beban TPA dan menjaga lingkungan. (Foto: Dok. Unicharm Indonesia)

Sampah Rumah Tangga di Indonesia Meningkat, Unicharm Ajak Warga Pilah Sampah 3R

Masalah sampah di Indonesia hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai. Di berbagai kota, tumpukan sampah masih mudah ditemukan, mulai dari pinggir jalan, saluran air, hingga tempat pembuangan akhir (TPA) yang kapasitasnya semakin penuh. Ironisnya, persoalan ini bukan semata soal fasilitas, tetapi juga berkaitan dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan memilah sampah sejak dari rumah.

Kebiasaan mencampur sampah organik dan nonorganik masih sering dilakukan. Akibatnya, banyak sampah yang sebenarnya bisa didaur ulang justru berakhir menumpuk di TPA dalam kondisi kotor dan sulit diproses kembali. Padahal, langkah sederhana seperti memilah sampah rumah tangga dapat memberi dampak besar bagi lingkungan.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahkan menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen total timbulan sampah pada tahun 2025 berasal dari rumah tangga. Fakta ini memperlihatkan bahwa rumah menjadi titik paling penting dalam upaya pengurangan sampah nasional.

Di tengah kondisi tersebut, berbagai pihak mulai bergerak mendorong perubahan perilaku masyarakat, termasuk sektor swasta. Salah satunya dilakukan PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) melalui program “Unicharm Green Action: Ayo Pilah Sampah 3R Bersama!” yang digelar di Kabupaten Karawang pada 29 April 2026.

Ajak Ibu Rumah Tangga Jadi Agen Perubahan Lingkungan

Dalam program ini, Unicharm menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Karawang serta KSM Sahabat Lingkungan Desa Warung Bambu untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, kader PKK, dan kader Posyandu.

Pemilihan ibu rumah tangga bukan tanpa alasan. Mereka dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan keluarga, termasuk soal pengelolaan sampah sehari-hari.

Melalui edukasi ini, masyarakat diajak memahami pentingnya memilah sampah dari sumbernya sebelum dibuang. Unicharm juga memperkenalkan langkah sederhana pengelolaan sampah dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang bisa diterapkan di rumah.

Selain penyuluhan, Unicharm turut memberikan bantuan sarana tempat sampah Drop Box EPR untuk memudahkan warga melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, mulai dari organik, nonorganik, hingga sampah plastik.

Warga juga diedukasi mengenai tiga langkah sederhana sebelum membuang sampah, yakni mengosongkan dan melipat kemasan, menjaga sampah tetap bersih dan kering, lalu memasukkannya ke drop box sesuai kategori.

Baca Juga:

      Sampah Tak Bisa Diselesaikan Pemerintah Sendiri

      Penata Kelola Penyehatan Lingkungan Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Kerja Kelompok Substansi Pengendalian B3, Limbah B3 dan Non B3 DLHK Kabupaten Karawang, Agus Yuniarto, mengapresiasi langkah Unicharm yang turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat.

      “Masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Butuh sinergi kolaboratif antara regulator, pihak swasta, dan masyarakat agar bisa betul-betul memulai upaya pemilahan sampah dari rumah,” ujarnya.

      Ia menilai kebiasaan memilah sampah dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA sekaligus mendukung target nasional pengurangan sampah.

      “Dengan memilah sampah, masyarakat turut berkontribusi membantu pemerintah mengurangi sampah yang lari ke TPA. Ke depan, kami berharap sinergi positif ini dapat terus terjaga demi bersama merealisasikan peta jalan pengurangan sampah nasional,” lanjutnya.

      Komitmen terhadap Lingkungan Berkelanjutan

      Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

      Menurutnya, Unicharm memiliki slogan “Ethical Living for SDGs” yang mengajak masyarakat melakukan kebaikan kecil dalam kehidupan sehari-hari demi mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

      “Sejak tahun 2022, Unicharm telah melakukan kegiatan edukasi serupa dan menjangkau lebih dari 1.000 masyarakat termasuk siswa-siswi di berbagai jenjang sekolah di Indonesia,” ungkapnya.

      Ia menambahkan, Unicharm akan terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih melalui edukasi serta kontribusi sosial berkelanjutan.

      Memulai Perubahan dari Rumah

      Persoalan sampah memang tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Namun perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Memilah sampah dari rumah menjadi langkah sederhana yang sering dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar bagi lingkungan.

      Ketika masyarakat mulai sadar bahwa sampah bukan sekadar barang buangan, melainkan sesuatu yang masih memiliki nilai jika dikelola dengan benar, maka beban lingkungan bisa perlahan berkurang.

      Program seperti “Unicharm Green Action: Ayo Pilah Sampah 3R Bersama!” menjadi pengingat bahwa menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tugas bersama yang dimulai dari rumah sendiri. (Penulis: Rindriani)