Ketika banyak perusahaan berlomba-lomba memamerkan fitur Artificial Intelligence (AI) terbaru, ada pandangan berbeda yang datang dari dunia perjalanan bisnis. Menurut Nikita Miller, masa depan AI tidak terletak pada teknologi yang paling mencolok atau paling sering dibicarakan. Sebaliknya, AI terbaik adalah yang nyaris tidak disadari keberadaannya oleh pengguna.
Pandangan tersebut menjadi sorotan dalam wawancaranya dengan Skift menjelang ajang IDEA Awards 2026. Dalam wawancara itu, Miller menjelaskan bahwa fokus utama AI seharusnya bukan membuat manusia semakin bergantung pada teknologi, melainkan menghilangkan pekerjaan administratif yang selama ini menguras waktu dan energi karyawan. Inilah yang menjadi inti dari masa depan AI dalam perjalanan bisnis 2026.
Di sinilah masa depan AI dalam perjalanan bisnis 2026 mulai berubah.
Alih-alih sekadar mempercepat pekerjaan, AI kini diarahkan untuk membuat pekerjaan administratif tersebut menghilang sepenuhnya.
Ternyata Karyawan Kehilangan 7 Jam Setiap Minggu
Salah satu temuan paling menarik yang diungkapkan Miller adalah besarnya dampak shadow work terhadap produktivitas.
Menurut data internal Perk, rata-rata karyawan menghabiskan sekitar tujuh jam per minggu untuk pekerjaan administratif yang sebenarnya bukan bagian inti dari tugas mereka.
Platform Terpadu Menjadi Kunci
Perk, yang sebelumnya dikenal sebagai TravelPerk, kini mengembangkan pendekatan berbeda dibanding banyak platform perjalanan bisnis lainnya.
Perusahaan berupaya menyatukan pengelolaan perjalanan, pengeluaran perusahaan, dan acara bisnis dalam satu sistem terintegrasi.
Baca Juga:
- Teknologi Wearable: Sekadar Gaya atau Beneran Penting?
- Bukan Sekadar CCTV Hewan Peliharaan, AI Pet Camera Kini Mulai Mengubah Cara Orang Menyayangi Anabul di Rumah
- AI Necklace Mendadak Jadi Gadget Paling Trend, Kalung Pintar Ini Disebut Bisa Mengubah Cara Perempuan Menjalani Hidup Sehari-Hari
AI Diam-Diam Sudah Bekerja dalam Skala Besar
Meskipun banyak orang belum menyadarinya, AI sebenarnya sudah menjalankan berbagai proses penting di belakang layar.
Miller mengungkapkan bahwa Perk saat ini menjalankan ratusan ribu pemeriksaan kepatuhan berbasis AI setiap minggu. Selain itu, agen AI perusahaan juga melakukan ribuan proses otomatis untuk mengelola pengeluaran dan perjalanan bisnis.
Yang menarik, sebagian besar pengguna bahkan tidak menyadari proses tersebut terjadi.
Justru itulah tujuan utamanya.
AI dianggap berhasil ketika pengguna tidak perlu memikirkan teknologi yang bekerja di balik layar.
Mengapa Pendekatan Ini Berbeda?
Selama gelombang AI pertama, banyak perusahaan fokus menciptakan fitur yang terlihat spektakuler.
Chatbot, asisten virtual, dan generator konten menjadi pusat perhatian.
Namun kini banyak pelaku industri mulai menyadari bahwa nilai terbesar AI justru muncul ketika teknologi tersebut membantu menyederhanakan proses bisnis yang kompleks. empati, dan pengambilan keputusan yang lebih bernilai.
Dalam konteks perjalanan bisnis, hal ini berarti mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mengisi formulir, mengurus pengeluaran, atau menyelesaikan administrasi perjalanan yang berulang.
Ketika banyak perusahaan masih berlomba menciptakan AI yang semakin terlihat, Perk justru mengambil arah yang berlawanan. Filosofi yang diusung Nikita Miller menunjukkan bahwa inovasi terbesar mungkin bukan teknologi yang paling mencolok, melainkan teknologi yang bekerja tanpa menarik perhatian.
Melalui pendekatan ini, masa depan AI dalam perjalanan bisnis 2026 tampaknya tidak akan ditentukan oleh seberapa sering kita berinteraksi dengan AI, melainkan oleh seberapa banyak waktu yang berhasil dikembalikan kepada manusia. Dan dalam dunia kerja yang semakin cepat, waktu mungkin menjadi aset paling berharga yang bisa diberikan teknologi kepada kita.
Referensi:
- López-Naranjo, A.L., Puente-Riofrio, M.I., Carrasco-Salazar, V.A., Erazo-Rodríguez, J.D. and Buñay-Guisñan, P.A. (2025) Artificial intelligence in the tourism business: a systematic review. Frontiers in Artificial Intelligence, 8, 1599391. Available at: https://doi.org/10.3389/frai.2025.1599391
- Navigating artificial intelligence adoption in hospitality and tourism: managerial insights, workforce transformation, and a future research agenda (2025). International Journal of Hospitality Management, 128, 104187. Available at: https://doi.org/10.1016/j.ijhm.2025.104187
- Wang, T., Aw, E.C.X., Tan, G.W.H., Sthapit, E. and Li, X. (2025) Can AI improve hotel service performance? A systematic review using ADO-TCM. Tourism and Hospitality Research. Available at: https://doi.org/10.1177/14673584251356817
- Koo, C., Shin, S., Gretzel, U. and Xiang, Z. (2025) AI-powered smart tourism 2.0: A 10-year retrospective and updated model. Electronic Markets, 35(108). Available at: https://doi.org/10.1007/s12525-025-00847-y

