Bayangkan skenario ini: Anda baru saja pulang dari kantor yang padat, merasa sehat-sehat saja, lalu memeluk buah hati Anda yang masih balita dengan penuh rindu. Dua hari kemudian, si kecil tiba-tiba demam tinggi, mogok makan karena sariawan hebat di mulutnya, dan muncul bintik-bintik merah yang melepuh di telapak tangan serta kakinya.
Itulah Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD). Penyakit yang sering dianggap “penyakit anak biasa” ini sebenarnya tengah mengintai Indonesia dengan agresif. Data Kementerian Kesehatan hingga minggu ke-18 tahun 2026 mencatat lonjakan mengerikan: lebih dari 18.000 kasus suspect HFMD tersebar di tanah air, dengan Jawa Barat dan Banten menduduki posisi puncak.
Namun, tahukah Anda bahwa benteng perlindungan anak tidak hanya berada pada tubuh mereka sendiri, melainkan juga pada orang dewasa di sekitarnya? Di sinilah pentingnya memahami apa itu Vaksin EV71 HFMD serta mengapa vaksin dewasa kini menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap keluarga.
Mengenal Vaksin EV71 HFMD: Perisai Utama Penahan Komplikasi Fatal
Banyak orang tua panik ketika anaknya terkena HFMD, namun belum tahu bahwa kini sudah ada senjatanya. Jadi, apa sebenarnya Vaksin EV71 HFMD itu?
Vaksin ini dirancang khusus untuk mencegah infeksi Human Enterovirus 71 (EV71), jenis virus paling ganas yang menjadi biang kerok utama HFMD. Berbeda dengan varian virus HFMD lainnya yang memicu gejala ringan, EV71 memiliki reputasi buruk karena bisa menyerang sistem saraf anak.
“HFMD bukan sekadar ruam biasa. HFMD yang disebabkan oleh virus EV71 berpotensi menimbulkan komplikasi serius yang perlu diwaspadai, seperti dehidrasi berat, kerusakan otak (ensefalitis), gangguan jantung, hingga gagal napas,” jelas dr. Handayani, M.Ked (Ped), Sp.A, Dokter Spesialis Anak dari Mandaya Royal Hospital Puri di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Bahkan, dr. Handayani menambahkan bahwa infeksi virus ini berisiko meninggalkan gejala sisa jangka panjang yang mengkhawatirkan, seperti gangguan tumbuh kembang baik secara motorik maupun kognitif pada anak.
Kabar baiknya, perlindungan medis kini sudah semakin luas. Berdasarkan keputusan BPOM RI pada 5 Februari 2026, Vaksin EV71 HFMD telah mendapatkan persetujuan perluasan indikasi.
“Vaksin HFMD dapat diberikan pada anak sejak usia 6 bulan hingga sebelum anak berusia 6 tahun (71 bulan) sebanyak dua dosis, dengan jeda satu bulan sejak pemberian dosis pertama,” tutur dr. Handayani. Berdasarkan uji klinis, vaksin yang beredar di Indonesia ini memiliki efikasi luar biasa mencapai 94,6 persen terhadap virus EV71, dan 100 persen efektif mencegah komplikasi berat yang memerlukan rawat inap.
Baca juga:
- Masih Menganggap Kacamata Hitam Hanya Gaya? Dokter Mata Ungkap Manfaat yang Bisa Menyelamatkan Penglihatan Anda
- Dokter Kandungan Ungkap: Salah Pilih Underwear Bisa Picu Infeksi dan Gangguan Kesehatan Intim, Ini Cara Memilih yang Benar
- Handuk yang Anda Pakai Setiap Hari Bisa Jadi Sarang Bakteri, Dokter Ungkap Cara Memilih Handuk yang Benar untuk Kesehatan Kulit
Membangun ‘Cocoon Immunity’: Mengapa Orang Dewasa Juga Harus Divaksin?
Seringkali, orang dewasa merasa “kebal” dan menganggap vaksinasi hanyalah agenda untuk bayi. Ini adalah kekeliruan besar. Orang dewasa yang aktif bekerja, bermobilitas tinggi, dan sering menggunakan transportasi umum berisiko tinggi menjadi carrier (pembawa) tanpa gejala. Anda bisa jadi terlihat sehat, namun tanpa sadar membawa virus berbahaya pulang ke rumah.
Konsep inilah yang mendasari pentingnya cocoon immunity atau kekebalan kepompong. Dengan melengkapi vaksinasi pada orang dewasa—seperti vaksin influenza, hepatitis B, meningitis, hingga Japanese Encephalitis (JE)—kita sedang membangun dinding pelindung tak kasat mata di sekitar anggota keluarga yang rentan, seperti bayi baru lahir atau lansia yang belum bisa menerima vaksin tertentu.

Kolaborasi Kalbe dan Mandaya Royal Hospital Puri untuk Edukasi Keluarga
Menyadari masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai proteksi menyeluruh ini, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usahanya, PT Kalventis Sinergi Farma (Kalventis), bergandengan tangan dengan Mandaya Royal Hospital Puri menggelar edukasi kesehatan bertajuk “Pentingnya Vaksin Dewasa dan Vaksin EV71 HFMD untuk Perlindungan Keluarga”.
Ajang ini menghadirkan para ahli, termasuk dr. Visakha Revena Irawan, Sp.PD, AIFO-K yang mengupas tuntas vaksinasi dewasa, dan dr. Handayani, Sp.A yang berfokus pada proteksi anak.
“Kalbe melalui Kalventis berkomitmen menyehatkan bangsa dengan menyediakan vaksin yang diselaraskan dengan beban penyakit menular di Indonesia. Kami juga berupaya meningkatkan kesadaran mengenai peran penting vaksinasi di segala tahapan usia karena anak-anak, orang dewasa, dan lansia tetap berisiko terpapar infeksi yang memicu komplikasi serius,” ungkap Vidi Agiorno, Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma.
Vidi menambahkan bahwa penyediaan Vaksin EV71 HFMD ini merupakan wujud nyata misi Kalbe dalam memperluas akses kesehatan dan mendukung program pemerintah untuk menekan angka kasus Flu Singapura di Indonesia.
Langkah preventif ini disambut hangat oleh pihak rumah sakit. dr. Senta L. Kumurur, MM., selaku Chief Medical Officer Mandaya Hospital Group, menegaskan bahwa fasilitas kesehatan modern kini harus bergerak seimbang antara mengobati dan mencegah.
“Di Mandaya, kami tidak hanya mendukung proses pemulihan pasien, tetapi juga mendorong peningkatan upaya pencegahan penyakit melalui layanan vaksinasi yang lengkap untuk seluruh kelompok usia. Komitmen ini sejalan dengan program promotif dan preventif pemerintah,” kata dr. Senta.
Melindungi keluarga bukanlah tindakan reaktif saat penyakit sudah menyerang, melainkan langkah cerdas yang dipersiapkan sejak dini. Menjaga higienitas memang penting, tetapi memberikan proteksi spesifik melalui vaksinasi dewasa dan Vaksin EV71 HFMD adalah bentuk kasih sayang terbaik agar seluruh anggota keluarga bisa tumbuh sehat, aktif, dan bebas cemas. (Penulis: Rindriani)

