Banyak perempuan rela menghabiskan waktu memilih skincare, makeup, hingga pakaian terbaik, tetapi lupa cara memilih underwear perempuan yang sehat menurut dokter dan pakar kesehatan.
Padahal menurut dokter kandungan dan pakar kesehatan perempuan, apa yang digunakan setiap hari di area intim memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan reproduksi, kenyamanan, hingga risiko infeksi.
Yang mengejutkan, banyak perempuan masih memilih underwear berdasarkan model atau tampilan semata, tanpa memperhatikan bahan, sirkulasi udara, dan fungsi kesehatannya.
Karena itu, memahami cara memilih underwear perempuan yang sehat menurut dokter dan pakar kesehatan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang.
Area Intim Perempuan Membutuhkan Sirkulasi Udara yang Baik
Dokter kandungan menjelaskan bahwa area genital perempuan secara alami memiliki kelembapan dan keseimbangan bakteri baik yang sangat penting untuk menjaga kesehatan.
Masalah muncul ketika area tersebut terlalu lembap, panas, atau tertutup dalam waktu lama.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi jamur, iritasi kulit, keputihan tidak normal, bau tidak sedap, dan ketidaknyamanan saat beraktivitas.
Menurut para ahli, underwear yang baik harus membantu menjaga area intim tetap kering dan memiliki ventilasi udara yang cukup.
Bahan Terbaik untuk Underwear Menurut Dokter
1. Katun (Cotton) Masih Menjadi Pilihan Utama
Hampir semua dokter kandungan dan dermatolog sepakat bahwa katun adalah bahan terbaik untuk penggunaan sehari-hari.
Keunggulan katun, dapat menyerap keringat dengan baik, memungkinkan sirkulasi udara, mengurangi kelembaban berlebih, dan lebih ramah untuk kulit sensitif
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebut bahan yang dapat "bernapas" seperti katun membantu menjaga kesehatan vulva dan vagina.
Bagi perempuan yang aktif atau tinggal di daerah tropis seperti Indonesia, katun menjadi pilihan paling aman untuk penggunaan harian.
2. Bamboo Fabric Semakin Banyak Direkomendasikan
Serat bambu mulai populer karena sangat lembut, memiliki daya serat tinggi, membantu menjaga suhu tetap nyaman, dan minim gesekan pada kulit sensitif.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa serat bambu memiliki sifat antimikroba alami tertentu, meski tetap tidak menggantikan pentingnya menjaga kebersihan.
3. Modal dan Tencel untuk Kenyamanan Premium
Bahan modern seperti modal dan tencel dikenal lembut seperti sutra, ringan, dan cepat menyerap kelembaban.
Banyak dokter tidak melarang penggunaannya selama tetap memiliki lapisan katun pada area selangkangan (crotch area).
Bahan yang Sebaiknya Tidak Dipakai Terlalu Sering
Polyester dan Nylon Ketat
Bahan sintetis tidak selalu buruk, tetapi jika digunakan terus-menerus dalam model yang sangat ketat, dapat meningkatkan kelembapan.
Akibatnya area intim lebih panas, keringat terjebak, dan jamur lebih mudah berkembang.
Karena itu dokter menyarankan bahan sintetis lebih cocok digunakan sesekali, misalnya untuk olahraga dengan teknologi moisture-wicking yang memang dirancang khusus.
Model Underwear yang Paling Sehat
Banyak perempuan bertanya, model mana yang paling baik untuk kesehatan?
Jawabannya tergantung kebutuhan.
Brief
Model klasik ini sering dianggap paling sehat karena menutup area dengan baik, tidak terlalu menekan kulit, dan nyaman untuk penggunaan harian.
Cocok untuk aktivitas sehari-hari, tidur, ibu hamil dan perempuan dengan kulit sensitif.
Bikini
Model ini masih tergolong aman jika ukurannya tepat, berbahan katun dan tidak terlalu ketat.
Banyak perempuan menyukai model ini karena nyaman sekaligus praktis.
Boyshort
Direkomendasikan untuk tidur malam, aktivitas santai dan mengurangi gesekan di paha.
Model ini memberi ruang lebih luas untuk sirkulasi udara.
Thong, Bolehkah?
Ini salah satu pertanyaan paling sering muncul. Dokter tidak melarang penggunaan thong, tetapi tidak menyarankan digunakan setiap hari.
Alasannya karena gesekan lebih tinggi, dapat memindahkan bakteri dari area anus ke area genital, dan meningkatkan risiko iritasi pada sebagian perempuan.
Karena itu thong lebih baik digunakan sesekali dibanding menjadi underwear utama harian.
Underwear perempuan
Baca Juga:
- Handuk yang Anda Pakai Setiap Hari Bisa Jadi Sarang Bakteri, Dokter Ungkap Cara Memilih Handuk yang Benar untuk Kesehatan Kulit
- Soft Girl Era: Kenapa Banyak Cewek Mulai Pilih Hidup Lebih Lembut
- Self-Care Pas Lagi Haid: Hal Kecil yang Bikin Nyaman
Ukuran yang Terlalu Ketat Bisa Menjadi Masalah
Banyak perempuan memilih ukuran lebih kecil demi tampilan tubuh yang lebih ramping.
Padahal underwear yang terlalu ketat dapat mengganggu sirkulasi udara, meningkatkan kelembaban, menyebabkan iritasi, dan meningkatkan gesekan berlebih.
Dokter menyarankan memilih ukuran yang pas dan tidak meninggalkan bekas tekanan berlebihan pada kulit.
Jika terasa sesak saat duduk atau bergerak, kemungkinan ukurannya terlalu kecil.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Perempuan
Menggunakan Underwear Terlalu Lama
Banyak perempuan masih menggunakan celana dalam yang sudah melar, tipis, berubah warna, dan kehilangan elastisitas. Padahal kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan dan kebersihan.
Tidur dengan Underwear Ketat
Beberapa dokter menyarankan memberi kesempatan area intim mendapatkan ventilasi lebih baik saat malam hari, misalnya menggunakan pakaian tidur yang longgar.
Tidak Segera Ganti Setelah Berkeringat
Setelah olahraga atau aktivitas berat, underwear lembap sebaiknya segera diganti untuk mengurangi risiko iritasi dan infeksi jamur.
Underwear yang Sehat Adalah Bentuk Self-Care yang Sering Terlupakan
Banyak perempuan fokus pada kecantikan luar tetapi lupa bahwa kesehatan area intim adalah bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan.
Memilih underwear yang tepat bukan soal merek mahal atau model paling trendi.
Yang lebih penting adalah bahan yang baik, ukuran yang tepat, fungsi sesuai aktivitas, dan kebersihan penggunaan sehari-hari.
Karena tubuh perempuan bekerja setiap hari tanpa henti. Dan kesehatan area intim yang terjaga akan membantu menjaga kenyamanan, kepercayaan diri, dan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Disclaimer
Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukatif dan bukan pengganti konsultasi medis profesional. Jika Anda mengalami gatal bekepanjangan, keputihan tidak normal, nyeri area intim, iritasi berulang dan infeksi jamur yang berulang, segera konsultasikan dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau dokter kulit.
Setiap perempuan memiliki kondisi kesehatan yang berbeda sehingga kebutuhan penggunaan underwear juga dapat berbeda.
Kapan terakhir kali Anda benar-benar memperhatikan bahan dan kualitas underwear yang digunakan setiap hari?
Mungkin selama ini Anda sudah merawat wajah dengan skincare terbaik, tetapi kesehatan area intim justru terabaikan. Mulailah dari hal sederhana, karena kesehatan perempuan dimulai dari perhatian pada tubuhnya sendiri.
Referensi:
- American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) (2024) Vulvar Skin Care Guidelines. Tersedia di: ACOG Vulvar Care Recommendations
- Cleveland Clinic (2024) How to Choose Healthy Underwear. Tersedia di: Cleveland Clinic Healthy Underwear Guide
- American Academy of Dermatology (AAD) (2024) Preventing Skin Irritation in Sensitive Areas. Tersedia di: AAD Sensitive Skin Care
- Mayo Clinic (2024) Women's Health and Vaginal Hygiene. Tersedia di: Mayo Clinic Vaginal Health
- North American Menopause Society (NAMS) (2023) Vulvovaginal Health and Lifestyle Factors. Tersedia di: NAMS Women's Intimate Health

