Krisis Zat Besi di Indonesia Terungkap: Combiphar Lewat Maltofer Luncurkan Kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas untuk Generasi Lebih Fokus dan Cerdas

Krisis Zat Besi di Indonesia Terungkap: Combiphar Lewat Maltofer Luncurkan Kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas untuk Generasi Lebih Fokus dan Cerdas

Combiphar Dorong Generasi Sehat dan Cerdas Lewat Kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas

Memasuki usia ke-55 tahun, Combiphar kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui peluncuran kampanye edukatif #ZatBesiPasBekerjaCerdas bersama brand andalannya, Maltofer.

Inisiatif ini hadir sebagai respons atas masih tingginya kasus kekurangan zat besi di Indonesia yang berdampak langsung pada kemampuan kognitif, produktivitas, serta kualitas hidup masyarakat lintas usia.

Prevalensi Anemia Masih Tinggi, Ancam Generasi Masa Depan

Data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa anemia masih menjadi masalah serius. Prevalensi tercatat sebesar:

  • 23,8% pada anak usia 0–4 tahun
  • 16,3% pada anak usia 5–14 tahun
  • 18,0% pada perempuan

Sementara secara global, World Health Organization mencatat sekitar 37% ibu hamil mengalami anemia.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi—nutrisi esensial yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan fungsi otak.

Zat Besi: Kunci Fokus, Konsentrasi, dan Daya Ingat

Kemampuan kognitif seperti fokus dan daya ingat sangat dipengaruhi oleh kecukupan zat besi dalam tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, gangguan kemampuan belajar, kelelahan kronis dan risiko gangguan tumbuh kembang pada anak.

Menurut Lucky Yogasatria, Dokter Spesialis Anak, kebutuhan zat besi harus diperhatikan sejak bayi hingga dewasa, terutama pada fase krusial seperti masa pertumbuhan dan kehamilan.

“Zat besi berperan penting dalam fungsi kognitif dan perkembangan anak. Kekurangan sejak dini dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.

Maltofer Hadir dengan Teknologi “Bekerja Cerdas”

Sebagai solusi, Maltofer menawarkan pendekatan berbeda melalui kandungan Iron Polymaltose Complex (IPC), bentuk zat besi modern dengan mekanisme pelepasan yang lebih terkontrol.

Keunggulan IPC antara lain dapat diserap sesuai kebutuah tubuh, lebih ramah di saluran cerna (minim mual dan konstipasi), dapat dikonsumsi tanpa jeda dengan makanan / minuman dan dapat meningkatkan kepatuhan konsumsi.

Berbeda dengan suplemen berbasis ferrous sulfate, teknologi ini memberikan kenyamanan sekaligus efektivitas dalam jangka panjang.

Baca Juga:

Solusi untuk Semua Usia: Dari Bayi hingga Ibu Hamil

Maltofer menyediakan berbagai varian yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap tahap kehidupan:

  • Drops: untuk bayi & balita
  • Sirup: untuk anak-anak
  • Tablet kunyah: untuk remaja & dewasa
  • Maltofer Fol: khusus wanita hamil & menyusui (dengan tambahan asam folat)

Pilihan rasa seperti cokelat dan creamy juga menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi, terutama pada anak-anak.

Komitmen Combiphar: #SehatkanKiniMenangkanEsok

Menurut Weitarsa Hendarto, Direktur Combiphar, kampanye ini bukan sekadar edukasi, tetapi gerakan perubahan perilaku.

“Kami ingin masyarakat lebih cermat dalam memenuhi kebutuhan zat besi di setiap fase kehidupan. Ini adalah investasi kesehatan jangka panjang,” ujarnya.

Dengan pendekatan kolaboratif bersama tenaga kesehatan dan komunitas, kampanye ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong tindakan nyata dalam menjaga kecukupan zat besi.

Nutrisi Kecil, Dampak Besar untuk Masa Depan

Kekurangan zat besi bukan sekadar masalah kesehatan ringan, melainkan ancaman serius bagi kualitas generasi mendatang. Melalui kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas, Combiphar dan Maltofer mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap nutrisi esensial ini.

Karena pada akhirnya, generasi yang sehat dan cerdas dimulai dari langkah sederhana: memastikan tubuh mendapatkan zat besi yang cukup, secara tepat dan berkelanjutan.

Referensi:

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *