Makanan yang harus dihindari ibu menyusui
Makanan yang harus dihindari ibu menyusui

Banyak Ibu Menyusui Tidak Sadar, Makanan Ini Diam-Diam Bisa Pengaruhi ASI dan Kondisi Bayi

Saat menyusui, banyak ibu fokus mencari makanan yang bisa memperbanyak ASI. Namun sedikit yang benar-benar memahami bahwa beberapa makanan tertentu ternyata juga bisa memengaruhi kondisi bayi secara tidak langsung.

Padahal, makanan yang harus dihindari ibu menyusui dan pengaruhnya pada bayi menjadi hal penting yang mulai banyak dibahas dokter anak dan pakar laktasi. Bukan karena semua makanan berbahaya, tetapi karena beberapa kandungan dapat memengaruhi pencernaan, pola tidur, hingga reaksi tubuh bayi yang masih sangat sensitif.

Yang mengejutkan, sebagian makanan ini justru sering dianggap aman dan dikonsumsi sehari-hari oleh banyak ibu menyusui.

1. Kafein Berlebihan Bisa Membuat Bayi Lebih Rewel dan Sulit Tidur

Banyak ibu baru bertahan hidup dengan kopi karena kurang tidur. Namun konsumsi kafein berlebihan ternyata bisa ikut masuk ke dalam ASI.

Menurut American Academy of Pediatrics, sebagian besar bayi sebenarnya masih bisa mentoleransi kafein dalam jumlah kecil. Tetapi pada beberapa bayi yang sensitif, terlalu banyak kafein dapat menyebabkan bayi lebih gelisah, sulit tidur, lebih sering menangis, dan pola tidur berantakan.

Kafein tidak hanya ada di kopi, tetapi juga teh, cokelat, minuman energi, soda dan matcha dosis tinggi.

Karena metabolisme bayi masih belum sempurna, efek kafein bisa bertahan lebih lama dibanding orang dewasa.

2. Ikan Tinggi Merkuri yang Jarang Disadari

Tidak semua ikan baik dikonsumsi berlebihan saat menyusui.

Beberapa jenis ikan tinggi merkuri ternyata dapat memengaruhi perkembangan sistem saraf bayi jika dikonsumsi terlalu sering dalam jumlah besar.

Jenis ikan yang sebaiknya dibatasi hiu, king mackerel, swordfish, dan tuna berukuran besar.

Menurut FDA dan CDC, merkuri dapat masuk ke ASI dalam jumlah kecil dan berpotensi berdampak pada perkembangan otak bayi jika paparan terjadi terus menerus.

Sebaliknya, ikan rendah merkuri seperti salmon dan sarden justru tetap direkomendasikan karena kaya omega-3.

3. Makanan Super Pedas Bisa Memengaruhi Pencernaan Bayi Sensitif

Ini salah satu hal yang sering diperdebatkan.

Sebagian besar bayi sebenarnya tidak bermasalah jika ibu makan pedas. Namun pada beberapa bayi sensitif, makanan terlalu pedas dapat memicu bayi lebih rewel, kembung, perubahan pola BAB dan perut yang tidak nyaman.

Bukan karena cabainya langsung “masuk” ke bayi, tetapi senyawa tertentu dapat memengaruhi rasa ASI dan respons pencernaan bayi tertentu.

Karena itu, dokter menyarankan ibu memperhatikan pola reaksi bayi setelah mengonsumsi makanan tertentu.

4. Peppermint dan Sage Ternyata Bisa Mengurangi Produksi ASI

Ini fakta yang belum banyak diketahui ibu menyusui.

Beberapa herbal seperti peppermint dan sage dalam jumlah besar diketahui dapat membantu menurunkan produksi ASI. Bahkan bahan ini kadang digunakan untuk membantu proses menyapih.

Peppermint sering ditemukan dalam teh herbal, permen mint, essential oil tertentu, dan dessert mint.

Sementara sage sering ada dalam masakan western dan herbal tea. Meski tidak langsung berbahaya, konsumsi berlebihan pada ibu dengan produksi ASI sensitif sebaiknya diwaspadai.

Baca juga:

5. Produk Ultra Processed Bisa Memengaruhi Energi dan Mood Ibu

Banyak ibu baru akhirnya makan seadanya karena kelelahan mengurus bayi. Akibatnya konsumsi makanan ultra processed meningkat seperti: mie instan, makanan tinggi gula, snack kemasan, dan fast food berlebihan.

Padahal pola makan seperti ini bisa memengaruhi energi ibu, kualitas tidur, mood dan kesehatan mental postpartum.

Dan ketika tubuh ibu terus kelelahan, produksi ASI serta kondisi emosional juga bisa ikut terdampak.

Dokter menyarankan ibu menyusui tetap memperhatikan protein, cairan, sayur, lemak sehat, zat besi dan omega-3.

Karena tubuh ibu sedang bekerja sangat keras selama fase menyusui.

6. Susu Sapi dan Produk Dairy Kadang Jadi Pemicu Bayi Rewel

Ini juga sering tidak disadari.

Sebagian bayi memiliki sensitivitas terhadap protein susu sapi yang dikonsumsi ibu. Akibatnya bayi bisa mengalami ruam, kolik, perut kembung, BAB bermasalah, dan lebih rewel.

Namun kondisi ini tidak terjadi pada semua bayi. Karena itu dokter biasanya hanya menyarankan eliminasi dairy jika memang ada tanda sensitivitas yang jelas pada bayi.

Tidak Semua Bayi Akan Bereaksi Sama

Hal paling penting yang perlu dipahami ibu menyusui adalah bahwa setiap bayi berbeda.

Ada bayi yang sangat sensitif terhadap perubahan pola makan ibu, tetapi ada juga yang tidak menunjukkan reaksi apa pun.

Karena itu, makanan yang harus dihindari ibu menyusui dan pengaruhnya pada bayi sebaiknya tidak dijadikan daftar larangan ekstrem.

Yang lebih penting adalah memperhatikan respons bayi, menjaga pola makan seimbang, tidak stres berlebihan dan berkonsultasi dengan dokter jika muncul reaksi tertentu.

Karena kesehatan ibu juga sangat memengaruhi proses menyusui secara keseluruhan.

Disclaimer

Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti diagnosis medis profesional. Tidak semua bayi memiliki sensitivitas yang sama terhadap makanan yang dikonsumsi ibu menyusui.

Jika bayi mengalami ruam berat, muntah berulang, diare, sulit menyusu, rewel ekstrim dan gangguan pertumbuhan, segera konsultasikan dengan dokter anak atau konsultan laktasi sebelum melakukan diet eliminasi tertentu.

Hindari membatasi makanan secara berlebihan tanpa arahan medis karena dapat memengaruhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui.

Apakah Anda pernah menyadari bayi menjadi lebih rewel setelah mengonsumsi makanan tertentu saat menyusui?

Bagikan pengalaman Anda dan selalu prioritaskan kesehatan ibu serta bayi dengan pola makan yang seimbang dan aman.

Referensi: